Pergeseran tren kopi di Indonesia: Meningkatnya popularitas kopi keliling modern di Indonesia

Admin
Jul 18, 2026

Gambaran industri kopi di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia dan menempati peringkat keempat secara global setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia (USDA, 2024). Selain memiliki kapasitas produksi yang besar, Indonesia juga didukung oleh permintaan domestik yang tinggi. Berdasarkan data Kementerian Pertanian Republik Indonesia, konsumsi kopi domestik diproyeksikan mencapai 365 ribu ton pada tahun 2025.

Di Indonesia, kopi dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari minuman kopi siap minum dalam kemasan hingga kopi yang disiapkan secara langsung oleh barista di kedai kopi maupun kafe. Berdasarkan survei Cimigo yang dilakukan pada Oktober 2025 terhadap 247 responden, sebanyak 72% mengatakan telah mengonsumsi kopi dalam tiga bulan terakhir, dan 49% di antaranya membeli kopi yang dibuat oleh barista.

Konsumen mengonsumsi kopi racikan barista rata-rata sebanyak 4,5 kali per minggu, dengan 39% responden mengonsumsinya setiap hari. Sebagian besar responden menikmati kopi pada saat bersantai, seperti ketika berkumpul dengan teman atau menikmati waktu sendiri (86%). Namun demikian, proporsi yang cukup besar juga mengonsumsi kopi saat melakukan aktivitas produktif, seperti bekerja atau belajar (72%). Temuan ini menunjukkan bahwa kopi memiliki berbagai peran dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, tidak hanya sebagai pendamping aktivitas sosial dan bersantai, tetapi juga sebagai minuman yang mendukung produktivitas.

Dilihat dari tempat konsumen biasanya membeli kopi ala barista, coffee shop dan kafe masih menjadi pilihan utama, dengan 88% responden membeli kopi di sana. Namun, tren yang menarik adalah semakin meningkatnya peran kopi keliling (mobile café), yang kini menjadi pilihan bagi 47% responden. Angka ini hampir sama dengan mini-market (48%), menunjukkan bahwa kopi keliling sudah menjadi alternatif yang semakin populer dan mampu bersaing sebagai tempat membeli kopi untuk dinikmati saat bepergian (on-the-go). Kemudahan akses, kepraktisan, dan daya tarik khas kopi keliling menunjukkan adanya pergeseran dalam pola konsumsi kopi di Indonesia. Kini, penjual kopi mobile mulai menjadi pesaing yang semakin kuat bagi coffee shop dan format ritel yang sudah lebih dulu berkembang.


Meningkatnya popularitas kopi keliling modern di Indonesia

Konsep kopi keliling sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Pedagang kaki lima yang menjual kopi instan telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, yang mengalami perubahan adalah konsep penyajiannya. Saat ini, kopi keliling hadir dengan format yang lebih modern dan menawarkan pengalaman layaknya kedai kopi, seiring dengan pesatnya pertumbuhan budaya ngopi di Indonesia.

Hasil survei Cimigo menunjukkan bahwa faktor pendorong terkuat adalah ketersediaan yang tinggi (95%). Konsumen menyukai kopi keliling modern karena mudah ditemukan di berbagai lokasi yang strategis dan ramai, seperti di dekat rumah, perkantoran, dan kampus. Hal ini menjadikannya pilihan yang praktis untuk membeli kopi saat bepergian dibandingkan harus mengunjungi coffee shop yang lebih besar.

Harga yang terjangkau juga menjadi faktor pendorong utama (82%). Konsumen sangat mempertimbangkan apakah harga yang dibayar sepadan dengan porsi yang diterima, sehingga kopi keliling modern dipandang sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan dengan kedai kopi besar. Kepraktisan turut menjadi alasan utama (77%), karena pelayanannya yang cepat dengan waktu tunggu yang singkat. Di sisi lain, rasa (51%) tetap menjadi faktor penting, termasuk konsistensi kualitas rasa di setiap gerobak serta kesesuaiannya dengan selera konsumen.

Di antara berbagai merek yang mengadopsi konsep ini, Kopi Jago merupakan merek kopi keliling modern yang banyak diketahui oleh konsumen, yaitu 88%. Posisi berikutnya ditempati oleh Sejuta Jiwa (84%) dan Haus! (72%). Namun, apabila dilihat dari tingkat konsumsi, terdapat kesenjangan yang lebih jelas. Kopi Jago mencatat tingkat konsumsi tertinggi sebesar 54%, diikuti oleh Sejuta Jiwa (33%), sedangkan Haus! masih relatif rendah, yaitu 4%.


Mengapa Kopi Jago unggul

Kopi Jago berhasil memenuhi kebutuhan utama konsumen kopi keliling modern. Ketersediaan yang tinggi membuat Kopi Jago mudah ditemukan  (61%), sementara kualitas rasanya (55%) mampu memenuhi ekspektasi konsumen. Selain itu, konsumen menilai Kopi Jago menawarkan harga yang sesuai dengan porsi yang diterima (48%) serta harga yang lebih terjangkau dibandingkan kompetitor (42%). Keunggulan lainnya seperti rekomendasi dari mulut ke mulut, pelayanan yang baik, dan kualitas produk yang konsisten turut membuat Kopi Jago semakin dikenal dan menjadi pilihan banyak konsumen.


Peluang untuk kopi keliling modern di Indonesia

Pasar kopi di Indonesia masih memiliki potensi yang besar dan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil, didukung oleh kapasitas produksi yang kuat serta tingginya permintaan dari dalam negeri. Konsumsi kopi telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia, di mana banyak konsumen mengonsumsinya setiap hari dan menikmatinya dalam berbagai kesempatan, baik untuk bersosialisasi maupun untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan produktivitas. Pilihan tempat membeli kopi kini semakin beragam, dan kopi keliling modern pun semakin menjadi bagian dari rutinitas konsumsi kopi sehari-hari masyarakat.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa pasar kopi Indonesia sangat potensial untuk konsep kopi keliling modern. Konsumen cenderung sensitif terhadap harga, namun tetap mengutamakan kemudahan akses, pilihan dengan harga yang terjangkau, serta lokasi yang fleksibel. Karakteristik ini selaras dengan keunggulan yang ditawarkan oleh kopi keliling modern, sehingga mudah menyatu dengan rutinitas dan gaya hidup sehari-hari masyarakat.

Tren konsumen Indonesia 2025

May 17, 2025

Tren Konsumen Indonesia 2025 menyoroti delapan alasan utama mengapa Indonesia siap untuk bangkit

Era konsumen yang informatif: Bagaimana riset independen mendefinisikan ulang industri fintech di Indonesia 

Jul 18, 2026

Lanskap fintech (teknologi finansial) Indonesia telah mengalami perubahan besar-besaran. Menurut

Pergeseran tren kopi di Indonesia: Meningkatnya popularitas kopi keliling modern di Indonesia

Jul 18, 2026

Gambaran industri kopi di Indonesia Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia